KISAH MENJELANG IDUL FITRI
Syekh Maktub berharap bahwa perjalanannya ke Mekkah kali ini bisa memberikan makna yang besar karena waktu tibanya akan bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, sayangnya perjalanan berhari-hari itu tak seindah yang dia bayangkan. Orang-orang yang ditemuinya sepanjang perjalanan tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang dia perjuangkan. Dia tidak bisa berharap banyak dari kepedulian orang untuk memberikan dukungan melalui berbagai hal yang dapat dia manfaatkan untuk membantunya selama perjalanan. Ekspektasinya mendapat tanggapan positif orang-orang, akan kegiatan iman yang sedang diperjuangkannya ternyata tak berbuah baik. Dia kembali harus sadar dan realistis, bahwa perubahan jaman dan kemajuan teknologi telah membuat banyak orang menganggap apa yang dilakukannya saat ini, yaitu pergi ke Mekkah dengan mengendarai unta justru hanyalah tindakan sensasional yang tidak rasional, mengingat jarak dari kotanya ke Mekkah hampir 50000 km. Syekh Maktub akhirnya harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat ketika memasuki kota ke 50 dari 375 kota yang harus dia lewati selama perjalanan. Hari tepat memasuki waktu maghrib ketika seorang tua penjual tembikar tradisional, menyapanya dan menawarinya tempat untuk istirahat. Pria itu bercerita bahwa kebutuhan masyarakat saat ini di kotanya telah banyak berubah, dan orang-orang tak lagi suka dengan barang-barang berbahan dasar tanah liat, sehingga dia mungkin juga akan berhenti berjualan, karena merasa tak mampu lagi beradaptasi dengan perubahan jaman yang luar biasa. Syekh Maktub dan Pria itu kemudian menghabiskan malam sambil bertukar cerita tentang berbagai hal yang dulu pernah mereka banggakan sambil sesekali menghela nafas ketika keduanya menyadari bahwa mereka mungkin tak lagi jadi bagian dari kehidupan masa kini.Bisa mendesain ternyata memang anugrah, karena aku bisa membuat rancangan-rancangan visual yang sebelumnya tidak ada, bahasa kerennya jadi Creator. Dan selanjutnya aku hanya bisa berharap, Semoga Berkah...
Translate
Sabtu, 19 April 2025
Kamis, 06 Februari 2025
JEJAK REVOLUSI VISUAL
Terkadang keingintahuan kita tak sebanding dengan kemampuan kita untuk memahami sesuatu. Sehingga apa yg kita dengar atau kita baca, segera akan kita putuskan nilai baik buruknya, hitam putihnya, bahkan kita semakin tidak biasa untuk mencoba memikirkan berbagai perspektif yang dapat menjadi sudut pandang penilaian yang adil. Bahkan kecenderungan akan sikap kebencian atau rasa cinta kita justru lebih besar dari nilai obyektif yang sesungguhnya dari informasi tersebut. Kita tidak saja bias dalam memahami informasi tersebut tapi juga berlaku tidak beradab dengan asumsi-asumsi dangkal yang terkadang meletakkan diri kita seolah-olah lebih baik dan suci dari orang lain.
Jumat, 03 Januari 2025
SELAMAT NATAL BAGI PENGHUNI BUMI
Di masa Sekarang, natal tak sekedar dimaknai sebagai sebuah perspektif keimanan atau keyakinan, namun juga bisa menjadi motivasi untuk saling menghadirkan kegembiraan sekaligus kedamaian, tidak hanya bagi orang-orang yang mau mengenal Yesus namun juga bagi mereka yang bisa merasakan nilai nilai kemanusiaan dalam setiap peristiwa dan perubahan jaman. SELAMAT NATAL !!
Petualangan Baru Dalam Bervisual
Judul karya: Penjelajah Makam
Dibuat di akhir 2024 lalu, mencoba bercerita tentang seorang penjelajah alam, yang dalam petualangannya acap kali menemukan tanda-tanda atau puing-puing dari beberapa kali sifat alam yang terkadang tidak ramah. Dan pada akhirnya alam liar akan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi perjalanan hidup sekelompok atau banyak makhluk.
Langganan:
Komentar (Atom)



